Selasa, 11 Juni 2013

LA kuliax GANJIL dan GENAP


logika program :

Pada baris pertama kita menggunakan #include (stdio.h) merupakan file header(merupakan file direktori khusus yang dikenali atau disetel melalui complier) dan (stdio.h) digunakan untuk fungsi input dan output pada bahasa C.                                           
Pada baris kedua kita menggunakan int bil maksud programnya adalah pada program ini kita menggunakan tipe data integer yaitu tipe data yang berupa bilangan bulat dan bil sebagai suatu variabel tipe data integer.                                       
 Pada baris ketiga kita menggunakan menggunakan main() maksud programnya adalah  merupakan awal mula dari blok program utama yang akan dibuat dalam bahasa c.
Pada baris keempat kita menggunakan kurung kurawa buka { berfungsi untuk memulai suatu program/komentar pada program C.
Pada baris kelima kita menggunakan printf(“input angka:”) :scan(“%i”,&bil) maksud programnya adalah adalah mencetak input angka pada layar output lalu kita mengunakan scan(“%i”,&bil)maksud programnya adalah menginput input angka yang ada pada layar output untuk memasukan input bil pada program bahasa C.
Pada baris keenam kita menggunakan if(bil ==0) maksud programnya adalah jika bilangan sama dengan 0.
Pada baris ketujuh kita menggunakan printf(“bilangan %i bukan bilangan genap atau ganjil\n:”) maksud programnya adalah jika bilangan sama dengan 0 maka output akan mencetak bukan bilangan genap atau ganjil.
Pada baris kedelapan  kita menggunakan if else(bil %2==0) maksud programnya adalah jika bilangan  dibagi 2 sama dengan 0.
Pada baris kesembilan kita menggunakan kurung kurawa buka { berfungsi untuk memulai suatu program/komentar pada program C.
Pada baris kesepuluh kita menggunakan printf(“bilangan %i adalah bilangan genap\n:bil”) maksud programnya adalah jika bilangan dibagi 2 sama dengan 0 maka output akan mencetak adalah bilangan genap.
Pada baris kesebelas  kita menggunakan } berfungsi untuk mengakhiri program/komentar pada C.
Pada baris keduabelas  kita menggunakan else maksud programnya adalah akan mencetak selain adalah jika bilangan  dibagi 2 sama dengan 0.
Pada baris ketigabelas kita menggunakan kurung kurawa buka { berfungsi untuk memulai suatu program/komentar pada program C.
Pada baris keempatbelas kita menggunakan printf(“bilangan %i adalah bilangan ganjil\n:bil”) maksud programnya adalah jika selain bilangan dibagi 2 sama dengan 0 maka output akan mencetak adalah bilangan ganjil.
Pada baris kelimabelas  kita menggunakan } berfungsi untuk mengakhiri program/komentar pada C.


OUTPUT 

PENDAPATAN NASIONAL (TEORI ORGANISASI UMUM 2)

NAMA : MUHAMMAD SAPUTRA RAMDANI
NPM     : 14111619
KELAS : 2KA35

Tugas Softskill. 

Silahkan Download

Selasa, 30 April 2013

PRODUKSI OPTIMAL


  Produksi adalah segala sesuatu yang secara langsung maupun tidak langsung ditunjukkan untuk menghasilkan barang dan jasa atau mempertinggi faedah barang guna memenuhi kebutuhan manusia. Produksi juga dimaksudkan untuk menghasilkan barang-barang konsumsi, yaitu barang-barang yang segera dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia atau konsumsi.

     Untuk menjamin kegiatan produksi, diperlukan alat-alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang/jasa yang disebut factor produksi atau sumber daya ekonomi. Sumber daya ekonomi meliputi:
  1. Faktor Produksi Alam
  2. Faktor Produksi Tenaga Kerja
  3. Faktor Produksi Modal
  4. Faktor Produksi Kewirausahaan
Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksioutput yang lain.


Tingkat Produksi Optimal

Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.

Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :

barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.




Penentuan Volume Produksi yang Optimal

Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variable saja. Biaya variable dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sbb :

Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).

Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi.Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :

  1. Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
  2. Biaya modal (opportunity cost of capital)
  3. Biaya keusangan
  4. Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
  5. Biaya asuransi persediaan
  6. Biaya pajak persediaan
  7. Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
  8. Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.