NAMA : MUHAMMAD SAPUTRA RAMDANI
NPM : 14111619
KELAS : 2KA35
Tugas Softskill.
Silahkan Download
Selasa, 11 Juni 2013
Selasa, 30 April 2013
PRODUKSI OPTIMAL
Produksi adalah segala sesuatu yang secara langsung maupun tidak langsung ditunjukkan untuk menghasilkan barang dan jasa atau mempertinggi faedah barang guna memenuhi kebutuhan manusia. Produksi juga dimaksudkan untuk menghasilkan barang-barang konsumsi, yaitu barang-barang yang segera dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia atau konsumsi.
Untuk menjamin kegiatan produksi, diperlukan alat-alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang/jasa yang disebut factor produksi atau sumber daya ekonomi. Sumber daya ekonomi meliputi:
- Faktor Produksi Alam
- Faktor Produksi Tenaga Kerja
- Faktor Produksi Modal
- Faktor Produksi Kewirausahaan
Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksioutput yang lain.
Tingkat Produksi Optimal
Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :
barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.
Penentuan Volume Produksi yang Optimal
Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variable saja. Biaya variable dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sbb :
Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).
Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi.Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :
- Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
- Biaya modal (opportunity cost of capital)
- Biaya keusangan
- Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
- Biaya asuransi persediaan
- Biaya pajak persediaan
- Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
- Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.
Rabu, 26 Desember 2012
PROSES ORGANISASI BERLANGSUNG
NAMA :MUH SAPUTRA RAMDANI
NPM :14111619
KELAS :2 KA 35
PROSES ORGANISASI BERLANGSUNG
karena tanpa proses, organisasi tersebut tidak akan berjalan dengan
baik. Terdapat empat proses penting dalam organisasi, yaitu:
Proses organisasi Proses organisasi merupakan hal yang
sangat penting untuk struktur-struktur oragnisasi, berlangsung dimulai
dengan Komunikasi.
Komunikasi menduduki tempat yang utama karena susunan
keluasan dan cakupan organisasi secara keseluruhan ditentukan oleh tehnik
komunikasi. Dari sudut pandang ini komunikasi adalah suatu proses sosial yang
mempuyai relevansi terluas di dalam memfungsikan setiap kelompok, organisasi
atau masyarakat.
Selanjutnya masuk ke tahap pengambilan
keputusan.
Proses pengambilan keputusan itu berlangsung dengan
tahapan sebagai berikut:
a. Menghimpun data melalui pencatatan bahkan mungkin
b. Berupa kegiatan penelitian
c. Melalui analisis data
d. Menetapkan keputusan yang akan ditempuh
e. Mengoperasionalkan keputusan menjadi kegiatan
f. Selama berlangsungnya kegiatan sebagai
pelaksana keputusan akan diperoleh data operasional yang baru
Setelah itu masuk ke tahap Evaluasi Prestasi.
Proses evaluasi prestasi di dalam organisasi
menunjukkan bahwa prestasi individu, kelompok, dan organisasi adalah suatu
hasil atau variabel bergantung dari prilaku organisasi, struktur dan proses.
Sistem yang diterapkan untuk mengevaluasi prestasi membantu maksud-maksud
seperti penentuan imbalan (upah, promosi, dan alih tugas), identifikasi
kebutuhan akan pelatihan (training), penyediaan balikan bagi para pegawai
dan lain-lain.
dan yang terakhir, Sosialisasi & karir.
Proses sosialisasi adalah suatu proses dimana kita
dapat bergaul dalam suatu komunitas tertentu maka disitulah proses sosialisasi
akan terjadi. Sedangkan karir adalah suatu deretan posisi yang di duduki oleh
seseorang selama perjalanan usianya. Karir adalah rangkaian perasaan individual
dari sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengamalan kerja dan aktifitas
selama rentang waktu kehidupan orang.
Proses mempengaruhi dan pengambilan keputusan yang tejadi pada suatu organisasi
NAMA :MUH SAPUTRA RAMDANI
NPM :14111619
KELAS :2 KA 35
Proses mempengaruhi
dan pengambilan keputusan yang tejadi pada suatu organisasi
Misal, didalam suatu organisasi terdapat anggota-anggota
dimana terdiri dari karyawan-karyawan dan para petinggi-petinggi (bos
misalnya). Di dalam sisi baik (positive), si bos mempengaruhi para
karyawan-karyawannya untuk bekerja lebih baik lagi dengan diberikan penawaran
yang baik, yaitu kenaikan gaji misalnya. Dengan begitu karyawan-karyawan
yang ada di organisasi tersebut pasti lebih semangat bekerjanya. Ada juga
seperti diberikan sangsi, yang mana jika karyawannya tidak masuk-masuk bekerja
atau bekerjanya kurang baik, maka akan mendapatkan SP, yaitu surat peringatan.
Contoh dari sisi yang buruk (negative),
Misal sesama karyawan mempengaruhi dengan hal-hal yang
buruk, mengajaknya untuk tidak bekerja misalnya, malah diajak untuk ke tempat
hiburan atau semacamnya. Pengaruh semacam ini membuat kualitas para pekerja
menjadi down alias menurun, baik dari segi fisik maupun mental.
Di samping proses mempengaruhi, terdapat juga proses
pengambilan keputusan.
Misal saat berada dalam situasi briefing, atau sedang
rapat antara client, pasti ada yang namanya pengambilan keputusan dari hasil
diskusi antara para client. Pengambilan Keputusan juga ada cara-cara nya,
yaitu,
- Kewenangan Tanpa Diskusi
- Pendapat Ahli
- Kewenangan Setelah Diskusi
- Kesepakatan.
NPM :14111619
KELAS :2 KA 35
Proses mempengaruhi
dan pengambilan keputusan yang tejadi pada suatu organisasi
Misal, didalam suatu organisasi terdapat anggota-anggota
dimana terdiri dari karyawan-karyawan dan para petinggi-petinggi (bos
misalnya). Di dalam sisi baik (positive), si bos mempengaruhi para
karyawan-karyawannya untuk bekerja lebih baik lagi dengan diberikan penawaran
yang baik, yaitu kenaikan gaji misalnya. Dengan begitu karyawan-karyawan
yang ada di organisasi tersebut pasti lebih semangat bekerjanya. Ada juga
seperti diberikan sangsi, yang mana jika karyawannya tidak masuk-masuk bekerja
atau bekerjanya kurang baik, maka akan mendapatkan SP, yaitu surat peringatan.
Contoh dari sisi yang buruk (negative),
Misal sesama karyawan mempengaruhi dengan hal-hal yang
buruk, mengajaknya untuk tidak bekerja misalnya, malah diajak untuk ke tempat
hiburan atau semacamnya. Pengaruh semacam ini membuat kualitas para pekerja
menjadi down alias menurun, baik dari segi fisik maupun mental.
Di samping proses mempengaruhi, terdapat juga proses
pengambilan keputusan.
Misal saat berada dalam situasi briefing, atau sedang
rapat antara client, pasti ada yang namanya pengambilan keputusan dari hasil
diskusi antara para client. Pengambilan Keputusan juga ada cara-cara nya,
yaitu,
- Kewenangan Tanpa Diskusi
- Pendapat Ahli
- Kewenangan Setelah Diskusi
- Kesepakatan.
DEFINISI KOMUNIKASI dan UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
NAMA :MUH SAPUTRA RAMDANI
NPM :14111619
KELAS :2 KA 35
DEFINISI KOMUNIKASI dan
UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
Komunikasi berasal dari bahasa Latin, “comunis” yang
berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau
lebih. Akar asal katanya “communis” yaitu “communico” yang artinya
berbagi (Stuart,1983, dalam Vardiansyah, 2004 : 3).
Dalam literatur lain disebutkan komunikasi juga berasal dari kata
“communication” atau “communicare” yang berarti ” membuat sama” (to make
common). Istilah “communis” adalah istilah yang paling sering di sebut sebagai
asal usul kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata kata Latin yang
mirip Komuniksi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu
pesan di anut secara sama.
Komunikasi adalah suatu proses dalam mana
seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat
menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan
orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang
dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.
Adapun unsur-unsur dari komunikasi, diantaranya;
- Lingkungan Komunikasi = Tempat dimana komunikasi
berlangsung
- Enkoding-Dekoding = Menghasilkan dan
menerima pesan
- Sumber Penerima = Setiap
orang yang terlibat berkomunikasi adalah sumber penerima
- Kompetensi Komunikasi = Kemampuan untuk berkomunikasi
- Umpan Balik
= Informasi yang dikirim balik ke sumbernya
- Gangguan
= Gangguan dalam berkomunikasi yang mendistorsi
pesan
- Saluran
= Media yang dilalui pesan
- Pesan
= Isi dari komunikasi
HAMBATAN-HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI
NAMA :MUH SAPUTRA RAMDANI
NPM :14111619
KELAS :2 KA 35
HAMBATAN-HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI
Dalam proses organisasi tidaklah selalu mulus,
tentunya akan banyak terjadi hambatan-hambatan pada perjalanananya. Hambatan
yang sering muncul adalah hambatan komunikasi, karena komunikasi adalah
kunci utama dalam kesuksesan organisasi mengingat
banyaknya orang yang terlibat didalammnya. Hambatan tersebut tentunya bukan
menjadi suatu pengganjal dalam organisasi karena semua hambatan pastinya dapat
diselesaikan dengan baik dan tepat. Berikut ini adalah macam-macam hambatan
dalam organisasi yaitu :
Hambatan dari Proses Komunikasi yaitu hambatan yang
timbul dari ketidak jelasan informasi yang akan disampaikan.
Hambatan Fisik yaitu hambatan yang terjadi akibat ada
gangguan cuaca, gangguan sinyal, dsb
Hambatan Semantik yaitu hambatan yang terjadi akibat
pemahaman yang sedikit mengenai bahasa dan istilah-istilah asing yang digunakan
dalam informasi atau pesan
Hambatan Psikologis yaitu hambatan yang berasal dari
gangguan kondisi kejiwaaan dari si pengirim pesan atau penerima pesan sengingga
mengakibatkan informasi tersebut mengalami perubahan
Hambatan Manusiawi yaitu hambatan yang terjadi akibat
tingkat emosi manusia yang tidak menentu dalam menyikapi informasi atau pesan
Hambatan Organisasional yaitu tingkat hirarkhi,
wewenang manajerial dan spesialisasi yaitu hambatan yang timbul akibat
komunikasi dengan atasan atau bawahan mengalami kendala seperti tingkat
pemahaman terhadap suatu informasi yang berbeda yang mengakibatkan sebuah
hambatan.
Hambatan-hambatan Antar Pribadi yaitu hambatan yang
timbul antar pribadi didalam sebuah organisasi, biasanya hambatan ini muncul
karena adanya salah paham antar pribadi yang menyangkut masalah tugas dan
wewenang dari orang yang ada dalam organisasi.
Dari berbagai hambatan tersebut diatas dapat
disimpulkan bahwa proses komunikasi itu tidak mudah dan memerlukan jalan yang
sangat panjang untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam organisasi dan dalam
aktivitas lainnya.Tetapi hambatan tersebut bukanlah menjadi satu-satunya
penghambat dalam organisasi. Untuk memecahkan masalah hambatan tersebut diatas
berikut ini diurakian cara mengatasi hambatan komunikasi :
Memberikan umpan balik atau Feed Back yaitu memberikan
kesempatan pada seseorang untuk menyampaikan informasi dan gagasannya sehingga
tercipta komunikasi 2 (dua) arah
Mengenai si penerima berita yaitu mengenali latar
belakang , pendidikan serta kondisi penerima pesan agar pesan yang disampaikan
dapat diterima dengan baik dan mudah dimengerti oleh si penerima pesan.
Susunlah secara terperinci apa, dan kapan informasi
tersebut harus disampaikan dan kepada siapa informasi tersebut akan disampaikan.
KLASIFIKASI KOMUNIASI DALAM ORGANISASI
NAMA :MUH SAPUTRA RAMDANI
NPM :14111619
KELAS :2 KA 35
KLASIFIKASI
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Di bawah ini ada beberapa klasifikasi komunikasi dalam
organisasi yang di tinjau dari beberapa segi :
1. Dari segi sifatnya :
a. Komunikasi Lisan
komunikasi
yang berlangsung lisan / berbicara
cth:
presentasi
b. Komunukasi Tertulis
komunikasi
melalui tulisan
Cth: email
c. Komunikasi Verbal
komunikasi
yang dibicarakan/diungkapkan
cth: curhat
d. Komunikasi Non Verbal
komunikasi yang
tidak dibicarakan(tersirat)
cth: seseorang
yang nerves (gemetar)
2. Dari segi arahnya :
a. Komunikasi Ke atas
komunikasi
dari bawahan ke atasan
b. Komunikasi Ke bawah
komunikasi
dari atasan ke bawahan
c. Komunikasi Horizontal
komunikasi
ke sesama manusia / setingkat
d. Komunikasi Satu Arah
pemberitahuan gempa melalui BMKG(tanpa ada timbal balik)
e. Komunikasi Dua Arah
berbicara
dengan adanya timbal balik/ saling berkomunikasi
Langganan:
Postingan (Atom)